Obat Smart BIONIC

Beberapa tanda dan gejala burung sakit atau sedang terjangkit penyakit:
                                            
  • Nafsu makan burung menurun, burung tidak nafsu makan.
  • Burung banyak minum.
  • Burung selalu mengantuk, mata burung sayu.
  • Kotoran burung cair, mencret, bau menyengat.
  • Bulu burung kusam, bulu kusut dan bulu burung mengembang.
  • Sayap burung terkulai.
  • Burung gemetaran dan berdiri tidak seimbang.
  • Nafas burung tidak teratur, paruh sering terbuka seperti kepanasan.
  • Gerakan burung tidak lincah dan burung banyak diam.
  • Bulu kepala burung mengembang, jingrak.
  • Kotoran menempel di bulu disekitar kloaka/dubur burung.
  • Dan lainnya.
                                                   
 
Smart BIONIC + adalah obat burung untuk burung sakit. Obat burung Antibiotik Hybrid yang terbukti ampuhmengobati burung sakit, seperti:
  • Burung sakit snot, pilek, batuk, mata burung berair, kepala dan muka burung membengkak.
  • Burung berak kapur, berak hijau, mencret, kotoran atau feses selalu cair.
  • Bulu burung mengembang, luka luar, luka dalam, infeksi luka.
  • Suara burung serak, burung sesak nafas, infeksi sistem pernafasan dan infeksi sistem pencernaan.
  • Mata burung sayu, burung lesu, burung kurus, ngantuk, burung tidak nafsu makan, nafsu makan burung menurun.
  • Gangguan sistem syaraf burung, burung seperti sakit ayan atau tetelo.
  • Burung lumpuh tiba-tiba, burung terserang sakit aratan.
  • Dan semua penyakit burung lainnya yang disebabkan oleh bakteri gram positip dan bakteri gram negatif.
 
CARA PEMAKAIAN SMART BIONIC +
  1.  4 tetes di air minum burung (20-30ml air matang).
  2.  Berikan Smart BIONIC + selama 5 hari berturut-turut setiap pagi dan sore.
  3.  Selama masa pengobatan, burung jangan dijemur.
  4.  Selalu jaga kebersihan sangkar dan lingkungan sangkar 
  5.  
                                    
Obat burung Smart BIONIC+ sudah teruji dan terbukti sangat cocok untuk semua jenis burung berkicau. Sepertiburung Anis Merah (Punglor Merah), Anis Kembang (Punglor Kembang), Anis Cendana, Anis Macan, Murai Batu - White-rumped Shama (Murai Batu Medan, Murai Batu Aceh, Murai Batu Lampung, Murai Batu Jambi, Murai Batu Kalimantan, Murai Batu Malaysia, Larwo), Kacer - Magpie Robin (Kacer Poci/Sekoci/Koci, Kacer Hitam, Kacer Borneo, Kacer Sumatera), Cucak Hijau (Cucak Ijo, Murai Daun), Cucak Rowo (Cucak Rawa), Cucak Ranti, Cucak Jenggot, Kapas Tembak, Cendet (Pentet, Toet), Tledekan (Sulingan Bambu, Sulingan Laut), Cililin (Cililin Coklat Sumatera, Cililin Hitam), Rambatan, Mantenan, Srikatan, Kenari, Blackthroat, Herda Sanger, Mozambik, Finch,Lovebird, Branjangan, Macaw, Ring Neck, Parkit, Gelatik, Pelatuk (Pelatuk Merah, Pelatuk Sampit, Pelatuk Beras, Pelatuk Hitam, Pelatuk Raja, Pelatuk Hias), Jalak (Jalak Putih, Jalak Hitam, Jalak Penyu, Jalak Hongkong, Jalak Nias, Jalak Bali), Trucukan, Kutilang, Pleci (Burung Kaca Mata, Pleci Jawa, Pleci Kapur, Pleci Raja), Ciblek (Ciblek Gunung, Ciblek Kebun, Ciblek Sawah, Ciblek Hutan), Perenjak (Perenjak Kebun, Perenjak Jawa, Perenjak Lumut), Kepodang, Kolibri (Colibri, Kolibri Raja, Kolibri Tasik) dan jenis-jenis burung berkicau lainnya.